Takut Investasi Bodong? Ketahui Ciri-Ciri & Cara Menghindarinya!

Investasi ini bisa menjadi salah satu jalan yang bisa kamu tempuh untuk melipat gandakan uang kamu dan menambah nilai uang tersebut tanpa takut akan tergerus inflasi. Tetapi karena keuntungan dan kemudahan ini, banyak oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan keadaan ini untuk membuat orang lain tergiur bahkan tidak sedikit dari mereka melakukan penawaran investasi dengan keuntungan berkali-kali lipat dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Kamu perlu berhati-hati lho saat investasi ini, jangan sampai kamu terbuai dengan tawaran investasi menjebak ini, yuk ketahui ciri-ciri dan cara menghindarinya.

Ciri-ciri investasi bodong

  1. Tidak memiliki izin usaha dari instansi yang berwenang.
  2. Tidak memberikan penjelasan tentang usaha investasi yang memenuhi aspek kewajaran dan kepatutan pada setiap kegiatan investasinya.
  3. Tidak ada penjelasan cara mengelola investasi
  4. Tidak jelasnya struktur kepengurusan, kepemilikan, kegiatan usaha, alamat domisili dan imbal hasil.
  5. Kegiatan menyerupai ponzi scheme dan money game yang berisiko.

Cara menghindari investasi bodong

  • Jangan tergiur terhadap imbal hasil yang besar

Ketika ada yang menawarkan kamu imbal hasil yang besar dalam waktu yang singkat waspadailah jenis investasi tersebut karena tidak masuk akal. Lakukanlah perhitungan secara sederhana untuk memperkirakan keuntungan tersebut masuk akal atau tidak.

  • Cek izin investasinya

Setiap lembaga yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi seharusnya mengantongi izin dari instansi terkait seperti OJK maupun Bappebti. Jika kamu melihat perusahaan ini tidak memiliki izin dari lembaga-lembaga tersebut maka waspadalah.

  • Pahami bentuk sistem investasi

Investasi yang baik akan menjelaskan mekanisme cara kerja, pembagian keuntungan dan hal-hal lain yang telah diatur dengan jelas. Ketika perusahaan menawarkan investasi tapi tidak memiliki aturan yang jelas kamu sepatutnya waspada, karena investasi bodong kebanyakan tidak memiliki produk dan mekanisme penjualan yang jelas.

  • Jangan terburu-buru

Sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi dan menandatangani seluruh dokumen, sebaiknya baca terlebih dahulu isi dokumen dengan cermat dan teliti agar tidak ada masalah yang timbul dikemudian hari. Jangan pula terburu-buru menyerahkan uang tersebut.

Itulah hal yang kamu sebaiknya waspadai jika ada tawaran investasi yang datang. Selain hal-hal diatas kamu dapat menggunakan bantuan aplikasi dalam merencanakan investasi terutama investasi saham lho. Emiten.com hadir untuk membantu kamu menyusun portofolio dan memilih perusahaan yang kredibel, lebih lanjutnya simak disini.