Sinopsis Hayya: The Power of Love 2, Film Tentang Kemanusiaan

Film Hayya: The Power of Love 2 akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 19 September 2019. Film ini diproduseri oleh Helvy Tiana Rosa dan Jastis Arimba. Film ini memiliki cerita yang penuh makna tersirat dan membuat penonton merefleksikan dirinya dan terbawa pada alur cerita. Sisi kemanusiaan menjadi cerita utama yang disuguhkan. Sisi kemanusiaan yang diambil ini terinspirasi dari kondisi konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel yang banyak korban tak berdosa berjatuhan.

Eric selaku produser mengatakan bahwa film ini memiliki pesan bahwa manusia harus peduli dengan sesama manusia lainnya. Banyak korban perang terutama anak- anak yang masih polos harus kehilangan orang tuanya dan menjadi yatim piatu. Sehingga mereka harus tinggal di kemah pengungsian bersama banyak pengungsi lainnya.

Produser Oki Setiana Dewi juga menyampaikan bahwa pesan moral tentang kemanusiaan melalui kisah konflik ini mungkin sangat bagus dan mudah diterima oleh masyarakat. Film ini dibintangi oleh beberapa actor dan aktris berbakat seperti Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, Ria Ricis, Hamas Syahid, Meyda Sefira, dan lainnya. Cuplikan kisah pada film ini bisa disaksikan dari trailernya dengan latar belakang dan scene di daerah konflik.

Film ini bercerita tentang kisah seseorang bernama Rahmat yang diperankan oleh Fauzi Baadila. Dia adalah seorang jurnalis yang merasa perlu belajar lebih tentang cinta dan keimanan sehingga perlu melakukan hal yang berbeda. Dia pun memutuskan bekerja menjadi relawan di berbagai tempat bencana. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjadi relawan ke Palestina, daerah konflik. Rahmat (32 tahun) bertemu dengan Hayya anak 5 tahun seorang gadis lugu yatim piatu korban konflik di Palestina. Pertemuannya dengan Hayya memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan. Hayya membawa banyak perubahan pada kehidupan Rahmat.

Suatu saat Rahmat hendak kembali ke Indonesia karena harus menikah dengan seorang perempuan bernama Yasna. Hayya merasa terluka, karena Rahmat akan meninggalkannya. Hubungan antara Rahmat dengan Yasna seketika berubah dan menjadi lebih kompleks, lucu, namun juga menegangkan. Apakah pelajaran kehidupan yang didapat oleh Rahmat akan membuat dirinya menjadi pribadi yang berbeda setelah kembali ke Indonesia?

Bagaimana dengan Hayya, jika Rahmat harus kembali ke Indonesia? Pesan kemanusiaan seperti apa yang akan dihadirkan dalam film bergenre drama ini? Maka film ini sangat layak untuk ditonton oleh masyarakat Indonesia, agar kita mendapatkan pesan kehidupan yang positif dan membangun.