Limbah Yang Tidak Dapat Didaur Ulang

Tahukah kamu limbah yang tidak dapat didaur ulang apa saja? Daur ulang adalah proses mengubah bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan agar sampah tidak berubah menjadi sesuatu yang berguna.

Nah, selain mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat, daur ulang juga bisa membantu mengurangi polusi, mencegah kerusakan alam, dan bisa mengurangi penggunaan bahan baku.

Tapi perlu kamu ketahui, ternyata tidak semua jenis sampah bisa didaur ulang lho. Jenis sampah apa dan faktor apa yang membuat beberapa jenis limbah yang tidak dapat didaur ulang? Mari kita cari tahu!

Yuk Cari Tahu Limbah Yang Tidak Dapat Didaur Ulang !

 Limbah Yang Tidak Dapat Didaur Ulang !

1. Kertas Basah

Jika kertas terendam air maka akan menurunkan kualitas daya daur ulang. Oleh karena itu, kolektor daur ulang kertas pasti akan menolak untuk menerima daur ulang kertas basah.

Karena bagaimanapun juga, kertas yang sudah basah lama kelamaan akan hancur dan tidak bisa digunakan lagi.

2. Kotak Pizza

Kotak pizza biasanya terbuat dari karton, tetapi biasanya ada sisa makanan, minyak, dan minyak di dalamnya. Jika karton yang terkena minyak dan lemak dimasukkan ke dalam proses daur ulang, hasilnya akan sangat buruk.

Hal ini karena minyak dan lemak berpengaruh negatif terhadap kualitas karton, terutama pada kekuatan ikatan serat karbon. Lagi pula, Anda tidak ingin menggunakan produk kardus daur ulang yang sudah kotor dari sisa makanan, bukan?

3. Bahan Sterofoam

Styrofoam merupakan produk minyak bumi sehingga sangat mudah terbakar. Karena sifat inilah styrofoam dianggap berbahaya bagi pusat daur ulang.

Styrofoam merupakan plastik yang paling bermasalah di antara jenis plastik lainnya karena membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Biasanya para pencari sampah daur ulang paling anti styrofoam, karena sulit terurai dan efeknya juga sangat buruk bagi kesehatan.

4. Kertas Tisu

Tisu biasanya digunakan untuk membersihkan tangan atau benda lain dari segala macam kotoran. Tisu bisa menjadi pengganti lap yang mudah dibuang setelah digunakan.

Karena pemakaiannya yang instan, tisu biasanya disukai oleh masyarakat. Sama seperti kertas basah dan karton, Loopers tidak akan bisa digunakan untuk daur ulang karena tisu sangat rentan terhadap kontaminasi.

5. Paper Cup

Masyarakat saat ini mulai menyukai segala sesuatu yang serba instan, misalnya jika kita ingin minum kopi tapi waktu kita sudah habis, paper cup adalah solusinya.

Karena paper cup terbuat dari kertas, residu kopi otomatis akan menempel pada kaca, dan kualitas daur ulang akan menurun.

Oleh karena itu, sangat jelas bahwa gelas kertas tidak dapat didaur ulang. Lebih baik jika Anda membawa wadah sendiri jika Anda ingin kopi. Selain dapat membantu mengurangi limbah kertas, tentunya akan lebih higienis juga.

6. Popok

Popok adalah alat untuk menyeka feses atau air seni yang biasanya digunakan oleh bayi atau manula yang tidak bisa lagi menggunakan toilet.

Jika jenis limbah ini tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, Anda juga mengerti mengapa popok tidak dapat didaur ulang, bukan?

7. Pembalut Wanita

Hampir sama dengan popok, pembalut wanita berguna untuk menyerap darah saat menstruasi. Pembalut wanita merupakan barang yang hanya direkomendasikan untuk sekali pakai, oleh karena itu pembalut merupakan jenis sampah yang tidak dapat di daur ulang.

Baca Juga :

Jenis Sampah Plastik yang Tidak Dapat Didaur Ulang

Faktanya, tidak semua plastik bisa didaur ulang. Ada berbagai macam jenis sampah plastik yang bertebaran dan tidak semuanya memiliki manfaat yang dapat digunakan kembali, terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan konsumsi.

Jenis-jenis sampah plastik berikut tidak dapat didaur ulang dan harus didaur ulang menjadi pelet plastik atau barang-barang yang tidak terkait dengan kegiatan konsumsi, antara lain:

1. PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)

Penanganan: Sekali pakai, sebaiknya barang plastik jenis ini dikurangi. Jenis plastik ini biasanya digunakan sebagai bahan botol plastik untuk air minum dalam kemasan dan cenderung transparan.

Pemakaiannya juga hanya cocok untuk sekali pakai, jadi tidak disarankan diisi air hangat apalagi air panas berulang-ulang

2. PVC atau V (Polivinil Klorida)

Penanganan: Plastik yang cukup beracun, sangat sulit untuk didaur ulang. Jenis plastik ini adalah yang paling sulit untuk didaur ulang dibandingkan dengan bahan lainnya.

Bentuknya fleksibel atau kaku dan biasa digunakan untuk pipa, plastik pembungkus makanan, mainan anak, dan lantai vinyl.

3. PP (Polypropylene)

Penanganan: Jenis plastik ini sulit didaur ulang, jadi sebaiknya kurangi penggunaannya.
Simbol PP digunakan untuk plastik yang terbuat dari Polypropylene. Misalnya wadah makanan/minuman, botol sirup, kotak yoghurt, sedotan plastik, lakban, dan tali plastik.

4. PS (Polistirena)

Penanganan: Plastik yang melepaskan styrene, yang merupakan karsinogen saat panas, lebih baik terurai.
Jenis plastik ini banyak digunakan sebagai tempat atau minuman dan tempat makan Styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, pembungkus busa hingga bahan bangunan (bahan lantai)

5. Lainnya atau O

Penanganan: Jenis plastik ini berbahaya untuk makanan atau minuman, sebaiknya didaur ulang untuk kebutuhan nonkonsumsi.

Penggunaan plastik jenis ini untuk makanan atau minuman sangat berbahaya, karena dapat menghasilkan racun Bisphenol-A (BPA) yang dapat merusak beberapa organ dan mengganggu hormon tubuh.

Sarannya adalah mengurangi penggunaan item di atas. Dengan begitu, Anda bisa mengurangi sampah yang sulit didaur ulang dan kita juga bisa ikut serta menjaga lingkungan kita dari sampah. Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!