Kondisi Nyata TPU Di Jakarta Saat Ini

Berbicara soal TPU di Jakarta akan berbicara soal keterbatasan lahan.

Ya, sudah berjalan beberapa tahun terakhir namun solusi perluasan atau penambahan jumlah tempat pemakaman umum di Jakarta tidak segera ada.

Akibatnya, warga Jakarta yang berduka kehilangan anggota keluarganya akan kebingungan ketika ingin memakamkan jenazah.

Ya, lahan makam di hampir semua TPU di Jakarta kini benar-benar sudah penuh.

Tidak ada lahan kosong untuk bisa lagi membuat makam baru ketika ada orang yang meninggal

Kalau Mau lahan makam yang benar benar masih kosong solusinya ya di makamkan pinggiran jakarta seperti makam Sandiegohills

Hal ini tentu saja akan sangat membuat banyak orang merasakan kesedihan ganda.

Sedang berada dalam suasana duka ditambah bingung mencari dimana tempat peristirahatan terakhir yang bisa digunakan.

Ternyata bukan hanya susah mencari lahan makam kosong di hampir semua TPU di Jakarta.

Rata-rata telah ada orang yang bermain di sana ketika sebuah tempat pemakaman umum memiliki lahan makam kosong.

Ya, warga Jakarta sering mengeluhkan dan sering juga diungkap oleh media bahwa untuk bisa memakamkan jenazah di tempat pemekaman umum Jakarta itu sangatlah mahal.

Tetapi banyak orang yang tidak memiliki pilihan lain.

Mereka tetap membayarkan sejumlah uang yang diminta oleh siapapun asalkan jenazah bisa segera dikebumikan.

Kondisi ini selalu dimanfaatkan oleh banyak orang untuk terus meraup untung.

Sebenarnya, ada beberapa hal juga yang bisa diketahui terkait kondisi pemakaman umum di Jakarta saat ini.

Untuk lebih jelasnya, simaklah uraiannya berikut ini:

Mahalnya Biaya Lahan Makam

Menurut peraturan pemerintah daerah, seharusnya warga hanya ditarik sebesar seratus ribu rupiah saja.

Tetapi faktanya, warga yang ingin memakamkan jenazah bisa ditarik uang sampai 2,5 juta dan bahkan ada pula yang mencapai 5 juta.

Darimanakah angka jutaan rupiah ini berasal?

Rupanya, banyak orang yang bermain mulai dari tukang gali kubur, pekerja harian lepas, dan bahkan oknum pegawai negeri sipil dari TPU itu sendiri.

Lahan makam yang dimiliki oleh pemerintah sudah seperti bisnis yang bisa dimainkan dan diperjualbelikan.

Angka ini sudah satu paket lengkap. Umumnya, telah membayar jasa tukang gali dan tutup lubang kuburan, retribusi, dan juga sewa tenda.

Meski begitu, ternyata ada pula penawaran lain berupa tenda ukuran besar dan berkualitas baik yang juga ada harganya tersendiri.

Tingginya angka sewa lahan juga lantaran banyak orang yang ingin cepat selesai ketika sedang berduka dan banyak orang juga yang benar-benar ingin memakamkan jenazah keluarganya disuatu TPU tanpa mencari yang murah terlebih dahulu.

Makam Fiktif

Fakta menarik dari tempat pemakaman umum di Jakarta adalah soal makam fiktif.

Adanya makam fiktif ini tidak lain penyebab utamanya adalah soal jual beli makam di TPU.

Mengingat semakin terbatasnya lahan makam, banyak orang yang membeli lahan makan terlebih dahulu padahal belum membutuhkannya.

Dan juga, ada pula oknum yang bermain dengan membuat makam palsu untuk bisa dijual kepada orang lain dengan tawar menawar harga.

Beberapa waktu ini dari pihak dinas terus berupaya untuk menemukan makam fiktif diseluruh TPU yang ada di Jakarta.

Dan telah banyak pula makam yang ditemukan ternyata fiktif langsung dibongkar.

Sistem Tumpang

Makam sistem tumpang sudah berjalan cukup lama di Jakarta.

Hal ini karena banyaknya TPU yang tidak bisa lagi menyediakan lahan makam baru ketika ada yang membutuhkan.

Tetapi, sistem tumpang ini hanya bisa ketika makam yang ditumpang masih satu keluarga dengan jenazah yang baru.

Atau, makam yang ditumpangi sudah tidak dirawat keluarganya melebihi dari batas yang ditentukan.