Kegiatan Di Masjid Sunda Kelapa Jakarta

Masjid Sunda Kelapa Jakarta sejak dibangun sudah mempunyai berbagai agenda kegiatan dakwah, sosial dan ekonomi. Berbagai program masjid Masjid Sunda Kelapa menciptakan kegiatan bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar masjid dan rakyat Jakarta. Masjid Sunda Kelapa telah menjadi masjid percontohan di Jakarta.

Masjid Sunda Kelapa Jakarta memiliki kegiatan tidak hanya yang ada di masjid saja, tetapi aktivitas di sekitar masjid juga menjadi bagian dari aktivitas Masjid Sunda Kelapa Jakarta. Banyak kegiatan masjid ini yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dengan menjalankan kegiatan ini.

Kegiatan mengaji tentang Islam di Masjid Sunda Kelapa Jakarta di lakukan setiap hari untuk meningkatkan dan memperdalam pemahaman tentang Islam, maka itu bisa menjadi Islam secara keseluruhan, sehingga bisa menjadi seorang Muslim moderat.

Menyediakan takjil dan buka puasa di masjid biasanya dilakukan ketika bulan Ramadhan. Namun, di Masjid Sunda Kelapa , buka puasa Sunnah Senin – Kamis bebas untuk melakukannya di masjid ini. Kegiatan ini jarang dilakukan oleh masjid-masjid lain di Jakarta.

Yang paling menarik di Sunda Kelapa Masjid Menteng, setiap hari selalu dikemas pedagang minuman di sekitar masjid. Terutama ketika bulan Ramadhan, setiap sore selalu penuh pedagang dan orang-orang membeli makanan dan minuman untuk persiapan buka puasa ketika jam masjid digital di dinding telah menunjukkan waktu adzan magrib. Tapi wisata kuliner yang khas di sini adalah pedagang yang menjual makanan dan minuman khas Nusantara, sebagai tongseng telur kerak es kelapa, Selendang Mayang (Betawi makanan yang terbuat dari tepung beras) disajikan dengan santan, gula dan sedikit es, dll

Alquran Emas adalah aktivitas kompetisi hafala Quran yang diselenggarakan oleh Sunda Kelapa Masjid Menteng. 30 Juz Al-Quran Menghafal dari usia anak-anak sampai usia maksimum 30. Penamaan kontes menghafal Quran 30 juz dengan nama Al-Quran emas di upeti kepada Hafidz Quran. Kemampuan untuk menghafal ini adalah prestasi luar biasa yang dibandingkan dengan emas, bahkan melebihi nilai emas. Total hadiah yang diberikan mencapai 150 juta bagi pemenang lomba ini.
Propaganda

Program syiar dakwah dengan berbagai cara seperti studi Islam, penyebaran buku-buku Islam, dan berbagai cara lainnya propaganda untuk banyak buah-buahan non-Muslim akhirnya bersyahadat untuk masuk Islam atau mualaf. Presentasi Islam yang benar dan tempat yang baik salah satu faktor non-Muslim untuk masuk Islam. Sejak tahun 1993 sampai dengan Desember 2010, Sunda Kelapa Masjid Menteng mencatat mengislamkan 15 000 980 orang bertobat. Kabar baik setiap tahun meningkat. Catatan Masjid Sunda Kelapa mengkonversi 75,03 persen didominasi oleh warga negara Indonesia yang tersisa 24,97 persen dari warga negara asing.

Kegiatan berdakwah dari waktu ke waktu selalu meningkat dalam hal sarana dan prasarana seperti kondisi yang terjadi saat ini. Penggunaan teknologi digital menjadi salah satu cara terbaik saat ini wabah mahkota yang tidak selesai.

Bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu dapat menghancurkan banyak fasilitas bahkan menyebabkan banyak kematian. Acara seperti ini merupakan masalah bagi Sunda Kelapa Masjid Menteng untuk membuat bantuan korban bencana alam program. Program sebagai kontribusi ke masjid untuk meringankan penderitaan korban bencana alam yang terjadi di negara ini. Bantuan seperti untuk korban letusan Gunung Merapi, tsunami dan bencana alam lainnya di negeri ini. Sumbangan dikumpulkan oleh masjid-masjid biasanya bantukan oleh PMI.
Pemuda Islam Sunda Kelapa (RISKA)

RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) adalah bagian dari Masjid Sunda Kelapa, karena Pemuda Islam Sunda Kelapa adalah kegiatan wadah pemuda yang bertujuan untuk mempromosikan kehidupan beragama Islam. Tantangan pemuda hari ini sangat tidak biasa, seperti obat-obatan dan pergaulan bebas menjadi musuh yang sangat kuat untuk remaja. Pemuda Islam Sunda Kelapa dan mempromosikan perbaikan, terutama di bidang pendidikanIslam dan kesejahteraan. Masjid Remaja Menteng Sunda Kelapa telah aktif sejak tahun 1969 untuk melakukan studi pada remaja.

RISKA menawarkan program Islamic studi, pendidikan dan lokakarya untuk seni, fotografi, jurnalistik, olahraga. Ada juga kegiatan sosial, yaitu dalam bentuk adik Foster RISKA. RISKA menjadi barometer pemuda masjid di Indonesia.