Jenis – Jenis Kerusakan Syaraf yang Perlu Kamu Ketahui

Kerusakan syaraf atau nyeri syaraf umumnya disebabkan oleh syaraf yang rusak yang mengirimkan isyarat palsu, agar menyebabkan rasa nyeri yang kronis. Kecuali itu, isyarat hal yang demikian kemungkinan tak bermanfaat untuk mendeteksi rasa sakit yang berhubungan bersama cedera secara normal.

Seperti yang dikutip dari perdossi spesialist syaraf dapat diinformasikan berbagai informasi. Tentu saja kamu masih harus ke dokter jika sakitnya menjadi lebih sakit dari pada biasanya untuk mendapatkan penanganan khusus.

Seseorang yang mengidap kerusakan syaraf hal yang demikian, kemungkinan komponen tubuhnya tak mempunyai reaksi rasa sakit yang mengindikasikan cedera. Misalnya, seseorang yang mengidap diabetes bersama permasalahan syaraf di kaki kemungkinan tak menikmati cedera kaki dikala hal itu terjadi.

Jenis Kerusakan Syaraf yang Perlu Kamu Ketahui

Kerusakan syaraf atau neuropati bisa terbagi jadi sebagian hal terkait berasal dari wilayah masalah hal yang demikian terjadi. Berikut yaitu sebagian ragam berasal dari masalah hal yang demikian:

Neuropati Perifer

Neuropati perifer yaitu dikala permasalahan syaraf merubah syaraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Syaraf ini yaitu komponen berasal dari cara syaraf tepi. Dengan demikian, neuropati perifer yaitu neuropati yang merubah syaraf ekstremitas, seperti jari kaki, kaki, kaki, jari, tangan, dan lengan.

Neuropati Kranial

Neuropati kranial berlangsung dikala keliru satu berasal dari dua belas syaraf kranial atau syaraf yang nampak segera berasal dari otak mengalami kerusakan. Dua ragam tertentu neuropati kranial yaitu neuropati optik (mata) dan neuropati pendengaran.

Neuropati Otonom

Neuropati otonom yaitu kerusakan terhadap syaraf cara syaraf tidak sadar. Syaraf ini yang memegang jantung dan peredaran, termasuk tekanan darah, pencernaan, fungsi usus dan kandung kemih, reaksi seksual, dan peluh. Syaraf terhadap organ lain termasuk bisa tergoda.

Neuropati Fokal

Neuropati fokal yaitu neuropati yang dipegang untuk satu syaraf atau sekelompok syaraf, atau satu zona tubuh.

Sekian dulu pembahasan kami kali ini. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan tanyakan kepada dokter atau tenaga ahli terkait.