Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo

Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateu) ada tidak hanya timur laut Kota Banjarnegara ,Jawa Tengah atau memiliki jarak seputar 55km, Dataran Tinggi Dieng adalah wilayah arah wisata nomer 2 di Jawa Tengah sesudah Candi Borobudur.

Dataran Tinggi Dieng Yang awalannya adalah Gunung Berapi yang meletus dengan hebat, saat ini pucuk gunung terlempar, tinggallah saat ini satu dataran yang ada di pucuk gunung atau yang lebih dijumpai dengan panggilan ” DIENG PLATEU“.

Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Dieng

Ditengahnya Dataran Tinggi Dieng pada Jaman dulu ada satu tempat pemujaan serta asrama pendidikan buat agama Hindu paling tua di Indonesia. Jadi bangunan suci itu sampai saat ini bisa kita tonton adanya candi dengan puing-puing sisa Vihara. Dari object yang bisa kita tonton sekarang ini ada 8 buah candi.

Baca juga : Kumpulan Tempat Wisata Bantul Jogja

Kawah Sikidang, Kawah Si Banteng, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Telaga Balaikumbang, Telaga Medada, Telaga Siwi, Telaga Dringa, Telaga Sinila, Sumur Jala Menunda, Goa Jumut, Gangsiran Asmotoma.

Buat warga Seputar Dataran Tinggi Dieng, panggilan Dieng seringkali ditranslate jadi Kahyangan atau tempat bersemanyamnya beberapa Dewa. Memang object wisata pegunungan ini menjajikan panorama alam yang menarik. Bentangan rimba jati, kawah-kawah yang masih aktif, dan hawa yang sejuk membuat tempat object wisata Dataran Tinggi Dieng terkesan damai serta tenang.

Keadaan Sejuk Dataran tinggi Dieng ada pas di perbatasan di antara Kabupaten Banjarnegara serta Wonosobo. Daerah paling besar Dataran Tinggi Dieng mempunyai Kabupaten Banjarnegara. Adalah dataran tertinggi di Jawa yang ada di ketinggian 2.093 m diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata 150 C. Daya tarik wisata lain yang bisa didatangi contohnya barisan Candi Hindu Pandawa, Telaga Warna serta Pengilon, Kawah Sikidang, Goa Semar, Mata Air Sungai Serayu, Proses Budidaya Jamur Merang, dan lain-lain.

Baca juga : Destinasi Wisata Candi Borobudur

Dengan geografis, Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau) ada di dua daerah Kabupaten Banjarnegara serta Kabupaten Wonosobo. Ada di ketinggian seputar 2,093 mtr. diatas permukaan air laut, dengan suhu siang hari di antara 15 derajat Celcius serta 10 derajat Celcius saat malam hari.

Waktu musim kemarau, suhu bisa turun mencolok dibawah titik 0 derajat Celcius. Rendahnya suhu itu membekukan embun. Menurut petani Dieng, kristal-kristal embun yang seringkali dimaksud embun upas demikian tidak berteman. Tanaman kentang serta kubis mereka terancam bila embun ganas itu ada.

Luas Dataran Tinggi Dieng 619,846 hektar, dikelilingi gugusan gunung diantaranya Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Perahu, Gunung Rogojembangan dan Gunung Bismo. Keindahan Dieng tawarkan satu sensasi menarik. Yakini atau tidak, pengunjung yang ada dari arah Wonosobo bisa lihat 2x matahari keluar.

Matahari keluar Dieng dikasih julukan jadi Golden Sunrise, dengan matahari keemasan serta silver sunrise, dengan warna cahaya matahari putih perak. Tampilan matahari keluar yang pertama, atau Golden Sunrise, bisa disaksikan dari menara pandang di ketinggian 1,700 mtr. diatas permukaan laut. Tempat ini sebelum masuk Desa Dieng. Sedang tampilan ke-2, atau Silver Sunrise, bisa dilihat dari kompleks Candi Hindu..Wisata Indonesia Surga Dunia