6 Cara Merawat Tanaman Tomat dengan Benar

Cara Merawat Tanaman Tomat

Agar tanaman tomat bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat, maka tanaman tomat perlu mendapatkan perawatan yang baik dan benar. Mari kita simak cara merawat tanaman tomat berikut ini:

Baca Juga : Bagaimana Cara Memilih Benih Tomat yang Baik

1. Penyulaman

Penyulaman merupakan suatu tahapan untuk mengganti tanaman tomat yang mati atau tumbuh tidak sempurna, baik karena terserang hama dan penyakit maupun karena efek cuaca. Tahapan ini baru bisa dilakukan setelah tanaman tomat berumur satu minggu setelah tanam.

Cara penyulaman pun cukup mudah, cabut tanaman tomat yang mati atau terlihat tidak kuning dan layu. Kemudian ganti dengan penanaman kembali bibit tomat sisa penyemaian.

2. Penyiangan

Penyiangan merupakan proses pembersihan gulma atau rerumputan yang tumbuh di sekitar tanaman tomat. Dalam budidaya tomat, proses ini biasanya biasanya dilakukan hingga 3-4 kali selama musim tanam.

Jika area tanam tomat ditutupi oleh mulsa, maka penyiangan bisa dilakukan lebih jarang. Gulma yang tumbuh disekitar tanaman tomat dapat menyebabkan penyerapan nutrisi tanaman tomat menjadi terganggu sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya juga. Selain itu, gulma juga dapat menyebabkan timbulnya hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman tomat.

Cara penyiangan atau pembersihan gulma ini dapat Anda lakukan secara manual dengan cara menjabutinya satu per satu hingga ke akar untuk menghindari gulma tumbuh kembali.

3. Pemangkasan | Cara Merawat Tanaman Tomat

Perlu dilakukan pemangkasan tanaman tomat setiap seminggu sekali . Pemangkasan ini dilakukan pada bagian tunas yang tumbuh di ketiak daun (diantara batang utama dan tangkai daun). Proses ini perlu dilakukan secara rutin agar tunas tidak tumbuh menjadi batang.

Hal ini bertujuan agar tanaman tomat dapat menjaga tingkat produktivitas buahnya. Pasalnya, tanaman tomat yang daunnya terlalu banyak justru akan menyebabkan pertumbuhan tomat menjadi tidak bagus. 

Pemangkasan ini bisa Anda lakukan dengan tangan maupun pisau dan gunting. Anda juga dapat memangkas bagian ujung tanaman tomat untuk mengatur ketinggiannya. Namun, pemotongan ujung tanaman ini bisa dilakukan setelah terdapat sejumlah kumpulan buah sekitar 5-7.

4. Pemupukan Tambahan

Dalam budidaya tomat organik, Anda bisa menggunakan pupuk organik cair yang memiliki kandungan kalium tinggi. Pupuk ini disemprotkan pada saat tanaman tomat mencapai fase generatif atau saat tanaman akan berbunga dan berbuah. Proses penyemprotan pupuk organik ini bisa Anda lakukan seminggu sekali.

Dosis pupuk organik yang digunakan yaitu 1 liter pupuk cair dicampurkan dengan 100 liter air. Pastikan konsentrasi pupuk organik cair tidak melebihi 2%.

Selain pupuk organik cair, Anda juga dapat memberikan pupuk kandang atau pupuk kompos setelah tanaman tomat berusia sekitar 2-3 minggu dengan dosis pupuk satu genggam per tanaman.

5. Pemasangan Ajir atau Tiang Penyangga

Agar tanaman bisa kokoh atau tidak mudah rubuh, maka Anda perlu memasang ajir. Ajir merupakan tiang penyangga untuk mengikatkan tanaman agar tidak mudah rubuh. Ajir terbuat darri bambu dengan panjang sekitar 1 hingga 1.5 meter. Tiang penopang ini biasanya ditancapkan pada jarak 10-20 cm dari tanaman.

Ajir bisa dibiarkan tertancap di tanah ataupun dengan diikatkan pada penahan lainnya. Pengikatan ujung ajir ini berguna untuk memperkokoh ajir agar tidak mudah roboh.

Sebaiknya pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin untuk meminimalisir kemungkinan tertancap dan menyebabkan luka pada akar tanaman. Pasalnya, tanaman yang masih kecil, memiliki akar belum menyebar luas. Luka pada akar tentu akan menghambat pertumbuhan tanaman tomat serta menimbulkan penyakit.

Pemasangan ajir biasanya dilakukan setelah tanaman tomat memiliki tinggi sekitar 10 hingga 15 cm. Tali yang digunakan adalah tali plastk atau rafia. Model ikatannya pun tidak boleh sembarangan. Anda dapat mengikatnya dengan model bentuk angka 8 untuk menghindari batang tomat bergesekan dengan tiang ajir. Selain itu, ikatan ajir juga tidak boleh terlalu kuat agar tidak menghambat pertumbuhan batang. Ikat tanaman pada ajir setiap bertambah tinggi 20 cm dengan menggunakan tali plastik atau rafia.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit | Cara Merawat Tanaman

Salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman tomat yaitu proses pengendalian hama dan penyakit. Seperti yang kita tahu, serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan menurunnya produktivitas panen bahkan bisa menyebabkan kematian pada tanaman.

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman tomat yaitu ulat, kutu dan lalat. Sementara itu, penyakit yang sering menyerang tanaman tomat biasanya disebabkan oleh virus maupun bakteri yang membuat tanaman tomat menjadi layu, busuk.

Hama dan penyakit pada tanaman ini tidak bisa dihilangkan dengan penggunaan pestisida saja. Pasalnya, khasiat dari pestisida hanya sementara. Selebihnya serangan hama dan penyakit bisa saja datang dan lebih tahan terhadap pestisida.

Untuk mengatasinya bisa dengan menambahkan dosis pestisida, namun hal ini justru akan berdampak buruk bagi lingkungan serta menambah biaya produksi.

Jika memungkinkan, sebaiknya Anda menghindari penggunaan bahan kimia seperti pestisida. Pastikan untuk selalu mencuci tomat dengan sabun sebelum dimakan maupun dimasak agar tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Demikian tadi beberapa cara merawat tanaman tomat yang sangat simpel. Yuk rawat tanaman tomat Anda agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat.

Jangan lupa kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi-informasi menarik lainnya.