Ajari Anak Anda Membaca dalam 3 Langkah Mudah

Sebagai seorang pendidik, Ms. Meyers tahu orang tua paling cocok untuk mengajari anak-anak mereka cara membaca dan menumbuhkan kecintaan seumur hidup pada buku.

Orang tua secara unik memenuhi syarat untuk membangun hubungan antara buku dan perasaan cinta, kehangatan, dan keamanan. khalifah

Josh Applegate

Haruskah Orang Tua Mengajari Anak Mereka Membaca?
Apakah Anda bermasalah dengan jumlah orang di lingkaran Anda yang jarang membaca untuk kesenangan?
Apakah Anda ingin anak Anda suka membaca dan mengembangkan minat seumur hidup untuk itu? khalifah
Apakah Anda prihatin dengan program membaca sekolah yang terlalu menekankan fonik dan kata-kata penglihatan tetapi terlalu sedikit berfokus pada pemahaman?
Apakah Anda khawatir bahwa sekolah melakukan lebih banyak kerugian daripada kebaikan dengan dorongan mereka untuk membuat anak-anak membaca di taman kanak-kanak?
Jika Anda setuju dengan pertanyaan-pertanyaan ini, Anda adalah kandidat yang tepat untuk mengajari anak Anda cara membaca. Sayangnya, terlalu banyak orang tua yang memiliki kesalahpahaman bahwa membaca harus diajarkan oleh pendidik terlatih dan membutuhkan kit fonik mahal, lembar kerja, kartu alfabet, buku khusus, dan sumber daya lainnya. Tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Lagi pula, tidak ada yang lebih cocok untuk mengajari anak-anak cara membaca daripada orang tua mereka sendiri!

Satu-satunya kegiatan terpenting untuk membangun pengetahuan yang dibutuhkan agar akhirnya berhasil dalam membaca adalah membaca dengan keras kepada anak-anak.

  • Jim Trelease, penulis “The Read-Aloud Handbook”

Orangtua Adalah Guru Membaca Terbaik
Tidak ada yang lebih cocok untuk mengajari anak-anak membaca selain ibu dan ayah mereka sendiri. Itu karena membaca melibatkan lebih dari sekadar melafalkan kata-kata di halaman. Yang paling kuat, ini adalah pengejaran emosional sekaligus kognitif — sebuah jalinan teks tertulis dengan kehidupan seseorang. Jika anak-anak beruntung, mereka mengalaminya sebagai saat yang hangat dan penuh kasih ketika mereka duduk di pangkuan Ibu dan membalik halaman buku, berjalan ke perpustakaan bersama Ayah untuk waktu cerita sore, dan berpelukan di tempat tidur dengan kedua orang tua pada Sabtu pagi untuk mendengarkan cerita favorit mereka.

Mereka mungkin terlalu muda untuk memahami apa yang dibacakan untuk mereka, tetapi mereka membuat hubungan mendalam yang akan bertahan seumur hidup: membaca adalah cinta, membaca adalah keamanan, dan membaca terasa menyenangkan. Untuk mengajari anak-anak cara membaca sambil mengembangkan kecintaan pada buku, orang tua harus mengingat tiga mantra sederhana ini:

  1. Mulailah dengan hati
  2. Saat Anda berada di luar, keluarkan

dan

  1. Pemahaman adalah kunci yang mengubahnya menjadi bacaan

Mengajar anak membaca harus dimulai di ranah afektif, bukan ranah kognitif.

Pixabay (dimodifikasi)

  1. Hubungan yang Hangat dan Penuh Kasih: Konsepsi-5
    Orang tua dari bayi dan balita meletakkan dasar untuk sukses membaca jauh sebelum ada kebutuhan akan pengajaran yang sistematis. Sementara beberapa ibu dan ayah yang gung-ho tergoda oleh produk yang mengklaim mempromosikan bacaan awal, mereka harus menahan godaan untuk membelinya. Memperkenalkan instruksi formal terlalu dini sebenarnya bisa menjadi bumerang — membuat anak-anak melihat membaca sebagai tugas yang memenangkan perhatian orang tua, bukan sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak muda yang menerima instruksi awal cenderung tidak membaca untuk kesenangan ketika mereka bertambah besar.

Membaca adalah tentang ranah afektif untuk kelompok usia ini dan orang tua harus mengadopsi mantra: Mulailah dengan hati. Saat membacakan untuk anak-anak mereka, mereka hendaknya berfokus pada hal-hal berikut untuk membangun hubungan emosional dengan apa yang muncul pada halaman tercetak:

Perancah. Saat membacakan untuk anak kecil, orang tua harus mengingat gambar perancah — satu bagian diletakkan di atas yang lain untuk membuat sesuatu lebih besar dan lebih kuat. Jika bagian bawah perancah lemah dan goyah, semuanya akan runtuh. Anak-anak kecil memiliki pengalaman yang terbatas sehingga orang tua harus mengembangkan apa yang telah mereka ketahui. Membacakan buku tentang kupu-kupu kepada seorang anak yang belum pernah melihatnya sebagian besar tidak ada artinya. Namun, membaca buku tentang kupu-kupu kepada seorang anak muda yang menghabiskan sore hari dengan mengamati kupu-kupu beterbangan di sekitar taman adalah hal yang sangat bermanfaat.
Memanfaatkan pengetahuan sebelumnya. Sebelum membaca, orang tua sebaiknya bertanya kepada anak apa yang sudah mereka ketahui tentang masalah tersebut. Ini menjadi bahan bakar untuk pembelajaran lebih dalam. Misalnya, ketika membaca Buku Make Way for Ducklings, seorang ibu teringat akan hari ketika ia dan putrinya pergi ke kolam. Dia mungkin bertanya: “Apa yang Anda ingat tentang bebek di sana?” Sebelum membaca Mike Mulligan dan Sekop Uapnya, seorang ayah dapat mengenang saat dia dan putranya melihat alat berat di lokasi konstruksi dekat rumah mereka. Dia mungkin bertanya: “Kendaraan apa yang Anda ingat pernah melihat dan apa yang mereka lakukan?”