7 Pertanyaan Penting Tentang Bedrest

pascal-edu.com – Mama diminta bedrest saat hamil? Jangan khawatir. Saran ini sebaiknya dituruti agar janin dan ibunya sehat. Carilah kegiatan yang mengasyikkan agar tak bosan selama istirahat di rumah.

1. Mengapa harus bedrest?

Melakukan bedrest pada umumnya disarankan oleh dokter apabila terjadi adanya resiko pendarahan, persalinan prematur, pecah ketuban, hamil kembar berisiko tinggi, kontraksi pada waktu usia kehamilan masih muda, terkena penyakit infeksi. Saran agar mama hamil untuk bedrest oleh dokter bisa terjadi di usia kehamilan berapa pun; 3 bulan, 5 bulan, 7 bulan, bahkan menjelang persalinan.

2. Apa tujuan bedrest?

Sesuai namanya, bedrest bertujuan agar Mama beristirahat sehingga kondisi fisik dan psikis tetap terjaga. Dengan bedrest, energi Mama secara fisik tidak banyak terpakai. Pada Mama yang sakit, misalnya tengah menderita demam berdarah, bedrest akan membuat proses penyembuhan menjadi optimal. Saat bedrest, dokter akan menyarankan agar Mama tidak hanya mengurangi kegiatan fisik saja, tapi juga menyingkirkan masalah yang dihadapi agar tidak stres. Dengan kata lain, pikiran Mama saat bedrest harus tenang. Semua ini demi kesehatan Mama dan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

3. Seperti apa bedrest itu?

Arti kata bedrest memang memiliki arti berbaring di tempat tidur. Akan tetapi tidak selamanya tiduran. Bedrest total dilakukan oleh bumil yang terjadi risiko pendarahan tinggi. Berbeda dengan bumil yang tidak terlalu berisiko tinggi. Memang, ada Mama yang benar-benar harus berbaring di tempat tidur saat bedrest bahkan mandi hingga buang air pun perlu menggunakan pispot. Ini dinamakan bedrest total, biasanya dialami oleh bumil yang memiliki risiko perdarahan yang tinggi karena letak plasenta ada di bawah. Pada kondisi itu bergerak sedikit saja ketuban Mama dikhawatirkan bisa pecah sehingga memicu persalinan dini. Ada juga bedrest yang masih memperbolehkan Mama duduk di tempat tidur, berjalan di sekeliling rumah. Mama juga diperkenankan melakukan aktivitas ringan. Ini dinamakan setengah bedrest. Istirahat model ini umumnya dianjurkan kepada ibu hamil yang sedang sakit atau sering mengalami kontraksi karena kelelahan.